, ,

Perangko Khusus Soekarno Diluncurkan, Peringati 80 Tahun PBB Dan 75 Tahun Kemitraan Indonesia

Mengukir Sejarah di Selembar Kertas: Perangko Bergambar Soekarno Luncur, Peringati 75 Tahun Kemitraan Indonesia dan PBB

Tasikmalaya Sebuah lembaran kecil yang sarat akan makna besar resmi diluncurkan, menjadi simbol abadi dari perjalanan panjang Indonesia di panggung global. Dalam acara istimewa yang digelar di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, Pemerintah Indonesia meluncurkan perangko edisi khusus bergambar Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Peluncuran ini bukan sekadar peringatan 80 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi lebih sebagai penegasan atas 75 tahun komitmen dan kemitraan erat Indonesia dengan organisasi perdamaian dunia tersebut.

Perangko Khusus Soekarno Diluncurkan, Peringati 80 Tahun PBB Dan 75 Tahun Kemitraan Indonesia
Perangko Khusus Soekarno Diluncurkan, Peringati 80 Tahun PBB Dan 75 Tahun Kemitraan Indonesia

Baca Juga : Surga Kuliner Di Ulang Tahun Tasikmalaya Dari Bakso Legendaris Hingga Kupat Tanjung Rekor Dunia

Perangko spesial ini merupakan buah kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) dengan PT Pos Indonesia. Ia hadir bukan hanya sebagai benda koleksi, melainkan sebagai “duta bisu” yang bercerita tentang semangat sebuah bangsa yang sejak awal berdirinya percaya pada kekuatan diplomasi dan persahabatan global.

Mengabadikan Momen Bersejarah Sang Proklamator

Yang membuat perangko ini begitu istimewa adalah gambar yang diusungnya. Perangko ini menampilkan potret Presiden Soekarno yang sedang berpidato dengan penuh semangat. Momen yang diabadikan adalah pidato bersejarah Bung Karno pada tahun 1949 di Jakarta, di mana sang orator ulung itu menegaskan komitmen Indonesia untuk “bersahabat dengan seluruh bangsa di dunia.”

Pidato itu menjadi fondasi diplomasi Indonesia yang luar biasa. Hanya setahun setelah pengakuan kedaulatan, tepatnya pada 28 September 1950, Indonesia resmi bergabung sebagai anggota PBB ke-60. Langkah ini menandai dimulainya sebuah perjalanan panjang yang penuh kontribusi.

Lebih dari Sekadar Perangko: Simbol Diplomasi dan Persahabatan

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, menekankan bahwa nilai perangko ini jauh melampaui fungsi nominalnya.

“Ia bukan sekadar benda filateli, tetapi adalah simbol diplomasi dan persahabatan global yang terjalin erat,” ujar Tri Tharyat. “Selama 75 tahun, Indonesia telah berdiri sejajar dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dari ujung tombak misi penjaga perdamaian di berbagai belahan dunia, hingga turun tangan dalam berbagai upaya kemanusiaan global, Indonesia aktif menenun harmoni dan stabilitas dunia.”

Tharyat menambahkan, gambar Soekarno pada perangko ini dipilih sebagai pengingat akan visi besar sang founding father yang telah mengantarkan Indonesia menjadi bagian dari komunitas internasional.

Masuk ke Era Digital: Token Peringatan Turut Diluncurkan

Mengikuti perkembangan zaman, momentum bersejarah ini tidak hanya diabadikan dalam bentuk fisik. Bersamaan dengan peluncuran perangko, juga diluncurkan sebuah token digital khusus untuk memperingati 75 tahun kemitraan Indonesia-PBB. Langkah ini menunjukkan adaptasi Indonesia dalam menyampaikan narasi diplomasinya di dunia modern.

“Baik perangko fisik maupun token digital ini, keduanya menceritakan satu kisah yang sama: tentang peran penting dan kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia serta menjalankan diplomasi yang aktif dan konstitusional,” tegas Tharyat.

Kapan dan Di mana Bisa Mendapatkannya?

Bagi para kolektor filateli dan masyarakat yang ingin memiliki secuil sejarah ini, perangko edisi khusus Soekarno ini akan mulai tersedia untuk umum pada 15 Desember 2025. Anda dapat mengunjungi kantor Pos Indonesia di seluruh wilayah Nusantara.

Dengan menggambarkan sosok sentral dalam sejarah bangsa dan menandai sebuah kemitraan global yang langgeng, perangko ini diprediksi tidak hanya akan menjadi alat pos, tetapi juga menjadi aset bernilai koleksi tinggi yang akan dicari oleh para filatelis dan pencinta sejarah Indonesia. Sebuah mahakarya kecil yang mengingatkan kita akan warisan diplomasi Indonesia yang gemilang.

Dukungan Merata dari Seluruh Pihak

Acara peluncuran ini tidak hanya menyedot perhatian kalangan pemerintah dan diplomat. Lebih jauh, acara ini juga berhasil memadukan unsur tradisi dan modernitas. Selain itu, komunitas filateli muda pun turut meramaikan acara dengan pameran koleksi perangko bertema sejarah Indonesia.

Dari Pidato Bersejarah Menjadi Bagian Sejarah Pos Indonesia

PT Pos Indonesia, sebagai mitra pencetak, menyatakan kebanggaan yang mendalam. “Kami sangat bangga dapat mentransformasikan momen bersejarah Bung Karno menjadi sebuah karya filateli yang abadi,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia. Perusahaan kemudian menjelaskan proses kreatif di balik perangko ini, yang melibatkan penelitian mendalam terhadap arsip foto dan naskah pidato. Selanjutnya, tim desainer bekerja keras untuk memastikan setiap detail, dari ekspresi wajah hingga latar belakang, merepresentasikan semangat zaman.

Antusiasme Publik dan Nilai Edukasi Perangko

Menyambut peluncuran ini, masyarakat, terutama kalangan pelajar dan sejarawan, menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak yang melihat perangko ini bukan sekadar peringatan, tetapi sebagai media edukasi yang powerful bagi generasi muda. “Melalui perangko ini, anak-anak kita bisa belajar bahwa diplomasi adalah jati diri bangsa,” tutur seorang guru sejarah yang hadir. Oleh karena itu, beberapa sekolah berencana mengadakan kunjungan ke kantor pos pada 15 Desember nanti sebagai bagian dari pelajaran sejarah.

Melangkah ke Masa Depan dengan Landasan Sejarah yang Kuat

Kemitraan Indonesia dan PBB sendiri terus berevolusi menghadapi tantangan global terkini. Misalnya, Indonesia kini aktif berkontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian, agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs), dan penanganan perubahan iklim. Dengan demikian, peluncuran perangko dan token ini menjadi pengingat akan fondasi yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa. Pada akhirnya, warisan Soekarno ini terus menginspirasi langkah Indonesia di dunia internasional untuk menciptakan perdamaian dan kemakmuran yang lebih besar.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.