Tragedi di Balik Malam Kelam: Pemuda Tasikmalaya Tewas Ditikam Saat Nongkrong
Tasikmalaya– Sebuah pertemanan berakhir tragis dalam genangan darah. Dani Ramdiansyah (33), seorang pemuda berusia kepala tiga, harus meregang nyawa setelah menjadi korban amuk pisau dari teman tongkrongannya sendiri. Insiden mencekam ini mengoyak heningnya malam di kawasan eks Pasar Ikan Cieunteung, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Baca Juga : Manfaatkan Tidur Lelap Nenek, Pemuda Di Bantarkalong Lakukan Aksi Cabul
Korban, yang akrab disapa ‘Agen’ oleh warga sekitar, diketahui adalah seorang warga lokal Cieunteung. Malam yang seharusnya menjadi ajang melepas rindu dan kejenuhan justru berubah menjadi petaka.
Malam yang Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, malam itu Dani berkumpul bersama tiga orang temannya di pelataran bekas Pasar Ikan. Suasana santai dan obrolan ringan awalnya mengisi kegelapan. Mereka larut dalam percakapan, ditemani oleh minuman keras yang semakin menghangatkan suasana.
Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama. Selepas tengah malam, percikan api permusuhan mulai menyala. Sebuah cekcok mulut yang memanas tiba-tiba terjadi antara Dani dan salah seorang dari mereka. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti pertengkaran dan identitas “teman” yang berubah menjadi algojo masih diselimuti kabut. Suasana yang sebelumnya riuh rendah, berubah menjadi tegang dalam sekejap.
Dada Ditikam, Harapan Pun Pupus
Perdebatan yang tak terselesaikan dengan kata-kata akhirnya berujung pada aksi brutal. Emosi yang tak terbendung mendorong pelaku untuk mengambil jalan pintas yang paling kelam: menghunus sebilah pisau. Dengan satu tikaman mematikan ke bagian dada Dani, segalanya berakhir.
Dani roboh tak berkutit, bersimbah darah di tempat yang sama ia bersenda gurau beberapa saat sebelumnya. Ia sempat dilarikan dengan cepat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soekardjo untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, luka yang diderita terlalu parah. Usaha tim dokter untuk menyelamatkannya tak membuahkan hasil. Nyawa Dani tak tertolong.
Saat ini, jenazah almarhum masih disemayamkan di kamar mayat RSUD dr. Soekardjo menunggu proses autopsi. Pemeriksaan forensik ini diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih jelas untuk kepentingan penyelidikan polisi.
Duka Keluarga dan Masa Depan yang Terenggut
Kabar meninggalnya Dani tentu menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Sheva, adik sepupu korban, mengungkapkan rasa syok dan duka yang mendalam. Dalam dukanya, ia membagikan potongan rencana masa depan Dani yang kini pupus.
“Dia baru saja pulang dari Jakarta. Selama ini dia bekerja di proyek pembangunan tower. Pulang ke Tasikmalaya ini sebenarnya dengan tujuan yang baik, untuk mengurus surat-surat lamaran karena dia sudah mau diangkat menjadi karyawan tetap,” ujar Sheva dengan suara bergetar. Sebuah harapan akan kehidupan yang lebih mapan, harus terpotong oleh sebuah pisau dan niat jahat.
Respons Pejabat dan Pencarian Pelaku
Ketua RW 05 Kelurahan Argasari, Ajat, membenarkan kebenaran insiden naas ini. “Benar, terkait kejadian pembunuhan di Pasar Ikan, korban merupakan warga kami. Namun untuk kronologis yang detail masih simpang siur, kami belum bisa menjelaskan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengonfirmasi peristiwa penusukan tersebut. “Iya benar ada peristiwa penusukan. Anggota kami masih berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk menggali keterangan lebih lanjut,” tegas Herman.
Malam Mencekam Proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga masih melarikan diri kini tengah digencarkan. Masyarakat berharap agar pelaku segera berhasil dibekuk dan diadili sesuai hukum yang berlaku, agar keadilan bagi Dani Ramdiansyah dan keluarganya dapat ditegakkan. Tragedi ini kembali menjadi pengingat pilih akan bahaya laten minuman keras dan emosi yang tidak terkendali.
Keluarga Menuntut Keadilan, Masyarakat Ikut Berduka
Di sisi lain, keluarga korban masih diliputi duka yang mendalam. Meskipun pelaku telah ditangkap, kepedihan atas hilangnya Dani tetap terasa sangat berat. Oleh karena itu, keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan seutuhnya. Mereka juga berencana memulangkan jenazah Dani ke kampung halamannya untuk dimakamkan sesuai tradisi.
Malam Mencekam Sementara itu, warga sekitar masih merasa trauma dengan insiden mengerikan itu. Mereka mendesak pemerintah setempat untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan di kawasan eks Pasar Ikan Cieunteung. Terlebih lagi, lokasi tersebut kerap dijadikan tempat nongkrong anak muda hingga larut malam. Sebagai contoh, beberapa warga melaporkan sering melihat sisa botol minuman keras di area tersebut.
Pelajaran Berharga bagi Generasi Muda
Pada akhirnya, peristiwa pilu ini menyisakan pelajaran berharga bagi semua pihak. Pertama, kita harus selalu waspada dalam memilih lingkungan pergaulan. Kedua, penting untuk mengendalikan emosi dan menghindari penyelesaian masalah dengan kekerasan. Terakhir, bahaya minuman keras dapat memicu tragedi yang tidak terduga.





