, ,

Insiden Mencemaskan Di Dapur MBG SPPG, Asap Genset Lukai Tiga Nyawa

Kebocoran Asap Genset di Dapur SPPG Tasikmalaya Berujung Tragis, Tiga Petugas Dilarikan ke Puskesmas!

Tasikmalaya Sebuah insiden mendadak dan mencemaskan terjadi di Dapur MBG SPPG, Desa Raksasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tiga orang petugas dapur terpaksa dilarikan dengan cepat ke layanan kesehatan setelah diduga mengalami keracunan gas beracun dari asap mesin generator set (genset) yang mereka hirup.

Insiden Mencemaskan Di Dapur MBG SPPG, Asap Genset Lukai Tiga Nyawa
Insiden Mencemaskan Di Dapur MBG SPPG, Asap Genset Lukai Tiga Nyawa

Baca Juga : Senyum Sumringah Herman, Petugas Hansip Yang Tabah Donor Darah Hingga Dapat Motor

Kejadian yang memicu kepanikan ini berawal dari pemadaman listrik berkepanjangan yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, listrik padam sejak pukul 16.00 WIB dan baru menyala kembali sekitar pukul 23.00 WIB. Untuk tetap bisa menjalankan aktivitas, terutama menyiapkan bahan makanan, pihak dapur terpaksa menggunakan genset sebagai sumber penerangan darurat.

Namun, langkah darurat ini justru berbalik menjadi malapetaka. Genset yang dinyalakan ternyata ditempatkan di dalam ruangan dapur. Akibatnya, asap pembakaran yang mengandung gas karbon monoksida (CO)—gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau—terperangkap dan memenuhi ruangan tertutup tersebut.

Korban Sempat Hilang Kesadaran, Kondisi Mulai Membaik

Ketiga korban yang menjadi korban musibah ini adalah Dina, Susanti, dan Sifa Nurhamidah. Saat kejadian, mereka sedang sibuk membersihkan dan mempersiapkan bahan makanan di ruang persiapan. Tiba-tiba, mereka merasakan gejala yang serentak: pusing hebat, sesak napas yang amat sangat, hingga akhirnya kehilangan kesadaran.

“Benar ada tiga orang yang dilarikan ke layanan medis, dugaan memang keracunan gas karena di dapur menyalakan genset,” jelas Kapolsek Taraju, Iptu Ali Mustafa, yang menegaskan kronologi awal kejadian. “Secara tiba-tiba ketiga orang tersebut mengalami pusing, sesak napas, dan hilang kesadaran.”

Kepala Puskesmas Taraju, Ayi Rusmana, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana ruang tertutup menjadi jebakan mematikan. “Itu karena listrik sering mati, kebetulan matinya dari sore. Nah, genset disimpan di dalam jadi asap gak keluar. Walaupun pintu dibuka, kalau angin berputar di dalam bisa timbulkan sesak,” paparnya. Fenomena ini dikenal sebagai sick building syndrome dalam skala kecil, di udara yang seharusnya diganti terus-menerus justru tercemar oleh polutan berbahaya.

Setelah mendapat pertolongan medis darurat, kondisi ketiga korban dilaporkan berangsur pulih. Mereka menerima perawatan intensif berupa pemberian infus dan terapi bantuan pernapasan untuk menetralisir efek racun dalam tubuh. Sebagai tindakan antisipasi, salah satu korban, yaitu Dina, sempat dirujuk ke RSUD KHZ Musthafa untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara Susanti dan Sifa Nurhamidah masih menjalani perawatan dan pemantauan ketat di Puskesmas Taraju sambil menunggu hasil uji laboratorium.

“Jadi yang dua masih nunggu hasil uji lab. Bukan keracunan MBG atau makanan, itu dari asap,” tegas Ayi Rusmana, mengonfirmasi bahwa sumber masalah adalah asap genset, bukan kontaminasi makanan.

Penyelidikan Dimulai, Semua Pihak Diingatkan untuk Waspada

Menyikapi insiden serius ini, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Taraju bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam. Tim memeriksa lokasi kejadian, mengumpulkan bukti, serta memintai keterangan dari para korban dan saksi-saksi mata untuk merekonstruksi peristiwa.

Perangkat Desa Raksasari, Dadang, yang juga mengetahui kejadian tersebut, menambahkan konteks aktivitas saat itu. “Jadi warga kami ini ada yang keracunan asap genset saat mau masak menu MBG. Karena kan mati listrik, jadi pakai genset,” ujarnya.

Kapolsek Taraju, Iptu Ali Mustafa, mengakhiri pernyataannya dengan pesan yang berisi peringatan keras. Ia menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran berharga dan pengingat bagi semua lapisan masyarakat, instansi, dan pelaku usaha.

“Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja, terutama saat menggunakan genset sebagai sumber penerangan darurat,” tegas Ali Mustafa. Penegasan ini menyoroti pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), bahkan dalam situasi darurat sekalipun. Penempatan genset yang salah—di ruang tertutup atau berventilasi buruk—bisa mengubah alat bantu menjadi ancaman nyawa yang tak terlihat.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.