Tragedi di Jalur Strategis: Gudang Barang Bekas Ludes Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Rp 500 Juta
Tasikmalaya- Sebuah insiden kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan barang bekas (barbek) di Kampung Suniasari, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa (tanggal disesuaikan). Peristiwa ini tidak hanya menghanguskan seluruh isi gudang, tetapi juga menimbulkan kepanikan warga mengingat lokasinya yang strategis dan berisiko tinggi.

Baca Juga : Malam Mencekam Di Argasari, Tawa Tongkrongan Berubah Isak Duka
Pemandangan mengerikan terlihat di lokasi kejadian. Lidah api menjilat-jilat tinggi disertai kepulan asap hitam pekat yang membumbung ke langit, dapat terlihat dari jarak jauh. Situasi ini sempat membuat jantung warga sekitar berdebar-debar. Bayangan ancaman bahaya besar langsung terbayang, mengingat gudang tersebut berada tepat di pinggir Jalan Raya Tasikmalaya-Garut yang ramai dan dikelilingi oleh kawasan permukiman padat penduduk. Suasana mencekam pun tak terelakkan.
“Saya sedang di kolam dekat sini, tiba-tiba mendengar suara letupan ‘brek!’ yang keras
Begitu menengok, api dan asap sudah menyembur dari dalam gudang. Langsung saya berteriak sekencang-kencangnya, ‘Kahuruan, kahuruan! Bejaan pemadam gancang!’ (Kebakaran, kebakaran! Kasih tahu pemadam, cepat!),” tutur Suhendar, sang saksi mata yang pertama kali menemukan kejadian tersebut, dengan suara yang masih terdengar bergetar.
Respons terhadap musibah ini berlangsung cepat dan masif
Tim Damkar (Pemadam Kebakaran) langsung menurunkan lima unit kendaraan operasionalnya untuk memadamkan kobaran api yang sudah terlanjur besar. Mengingat jarak tempuh dari kantor Damkar di Kota Tasikmalaya yang cukup jauh, upaya pemadaman diperkuat dengan bantuan darurat dari berbagai instansi lain. Tangki air dari Forum Komunikasi Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan Kendaraan Water Canon dari Polres Tasikmalaya dikerahkan untuk mendukung pasokan air dan mempercepat proses pemadaman.
“Kami turunkan kendaraan water canon, walau bukan tugas pokok kami, tapi ini keadaan darurat yang membutuhkan sinergi. Kami bergerak bersama-sama dengan Damkar, TAGANA, dan masyarakat untuk memadamkan api secepat mungkin,” jelas Iptu Solihin, Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya, di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang diungkapkan oleh Aipda Dwi Santoso, Panit Reskrim Polsek Singaparna, sumber api diduga kuat berasal dari percikan api yang timbul dari PCB (Papan Sirkuit) televisi bekas yang disimpan di dalam gudang.
Dugaan sementara kami, percikan api berasal dari PCB TV bekas
Percikan itu kemudian menyulut dan dengan cepat menjalar ke tumpukan barang-barang bekas lainnya di dalam gudang, yang sebagian besar didominasi oleh material plastik dan barang mudah terbakar lainnya. Kombinasi material inilah yang membuat api membesar dengan sangat cepat,” terang Aipda Dwi Santoso secara lebih rinci.
Berita baiknya, dalam peristiwa mencemaskan ini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Seluruh upaya pemadaman difokuskan untuk mencegah api menjalar ke permukiman warga. Namun, kerugian material yang diderita pemilik gudang sungguh tidak main-main. Estimasi sementara kerugian material ditaksir mencapai angka yang fantastis, yaitu sekitar Rp 500.000.000 (setengah miliar rupiah).
“Tim kami masih terus melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), mengumpulkan bukti-bukti, dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Sdr. Suhendar, untuk memastikan akar penyebab kebakaran ini secara lebih pasti dan menyeluruh,” pungkas Aipda Dwi Santoso menutup pernyataannya.
Kronologi dan Dampak Pasca Kebakaran
Pasca Insiden Kebakaran, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa. Sementara itu, warga sekitar mulai berkerumun menyaksikan gudang yang tinggal menyisakan puing-puing hangus. Kepala Desa Sukasukur menyatakan, pihaknya akan mengkoordinir bantuan untuk pemilik gudang dan memastikan situasi keamanan kembali normal.
Selain itu, pemilik gudang, yang diidentifikasi sebagai Bapak Asep, tampak pasrah menerima musibah ini. “Saya sudah berusaha memadamkannya sendiri dengan karung basah, namun apinya sudah terlalu besar dan menyebar dengan cepat sekali,” ujarnya dengan wajah lesu. Ia memperkirakan, seluruh stok barang elektronik, plastik, dan kardus yang menjadi modal usahanya habis tak tersisa.
Menyikapi kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan imbauan khusus kepada pemilik gudang dan industri. Sebagai contoh, mereka menekankan pentingnya memiliki izin dan standar keamanan untuk gudang penyimpanan.
Sebagai akibatnya, kejadian ini membuka mata banyak pihak tentang risiko tumpukan barang bekas. Pemeriksaan terhadap penyebab kebakaran masih terus berlanjut untuk memastikan titik awal api dan kemungkinan faktor lain yang berkontribusi.





